Formasi CPNS Tahun Ini: Tak Ada Jatah bagi Disabilitas dan Atlet Berprestasi

Customer Service

Formasi CPNS Tahun Ini: Tak Ada Jatah bagi Disabilitas dan Atlet Berprestasi

Kampus CPNS - Kabar dari Samarinda, disabilitas dan atlet yang berprestasi tampaknya harus bersabar untuk dapat mendaftar sebagai calon pegawai negeri sipil di kota Tepian tahun 2014.

Sebabnya, formasi khusus itu masih belum memiliki petunjuk pelaksana dari KemenPAN-RB. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Samarinda, Bapak Syarif Hidayatullah menuturkan, bahwa sebelumnya BKD sudah mengirimkan rincian formasi CPNS Samarinda kepada pihak KemenPAN untuk dievaluasi.

Kabarnya, Jum'at 25 Juli 2014 lalu, ternyata berkas rincian evaluasi kembali diterima. Namun hasilnya, atlet berprestasi dan disabilitas tidak mendapatkan kuota.


Kemungkinan hal tersebut dikarenakan formasi khusus tersebut  masih belum ada ketetapan dalam petunjuk pelaksanaan yang sedang dalam proses penyusunan.

Dari surat balasan tersebut, KemenPAN mengajukan permintaan kepada BKD Samarinda untuk mengubah formasi. Kuota dialihkan kepada tenaga kesehatan dan auditor.


Pengalihan kuota ini disebabkan karena tenaga kesehatan di Kota Tepian masih sangatlah minim, terutama di dalam RSUD IA Moeis. Selain itu, tenaga auditor di Samarinda pun masih sangat terbatas.

Sementara mengenai detail formasi baru,  Dayat (panggilan akrabnya) enggan membeberkan lebih banyak. Dia masih menunggu persetujuan dari Walikota Samarinda. "Kabarnya nanti akan diberitakan di media dan website, tunggu saja." ucapnya.

Perlu Anda ketauhui, penerimaan CPNS 2014 ini, BKD Kaltim menyediakan s1602 kursi CPNS. tersebar untuk 10 kabupaten/kota dan Pemprov Kaltim. Sedangkan Samarinda mendapat kuota sejumlah 125 orang.

Nantinya, 80 persen CPNS yang lolos akan mengisi jabatan fungsional tertentu (JFT). Sedangkan 20 persen ditempatkan sebagai jabatan fungsional umum (JFU) dengan tiga prioritas bidang; kesehatan, pendidikan, dan teknis. (*/dns/*/bby/k9)


Nantinya, 80 persen CPNS yang lolos akan mendapatkan jabatan fungsional tertentu(JFT). Sedangkan untuk 20 persen sisanya ditempatkan sebagai jabatan fungsional umum (JFU)  dengan 3 prioritas bidang; kesehatan,teknis dan pendidikan. (dny/kampuscpns)